RSS

Kapan anak membutuhkan ponsel?

23 Jul

ZAMAN sekarang, orang agaknya sudah tak heran lagi melihat anak-anak menelepon atau saling berkirim SMS dengan teman-temannya lewat ponsel. Perangkat komunikasi mungil tersebut saat ini memang tidak cuma digunakan oleh orang dewasa, melainkan juga anak-anak usia muda. Para orang tua yang membelikan ponsel untuk anak-anak mereka, umumnya berargumen perangkat tersebut berguna sebagai sarana komunikasi untuk memantau keadaan buah hatinya, ketika mereka sedang bersekolah, les, atau bermain.

Selain itu, ponsel juga menjadi sarana komunikasi penting bagi anak ketika mereka berada dalam situasi darurat dan harus menghubungi orang tuanya. Akan tetapi, di balik berbagai manfaat ponsel bagi anak-anak, ada pula sisi negatifnya. Misalnya, risiko buah hati terpapar konten yang mengandung unsur pornografi ketika mengakses internet via ponsel.

Lantas, pada usia berapa anak siap dan bertanggung jawab untuk menggunakan ponsel? Sesungguhnya, tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Namun, ada sejumlah hal yang dapat Anda pertimbangkan sebelum memberikan ponsel kepada sang buah hati:

1. Kebutuhan vs keinginan Menurut psikolog anak Robin Gurwitch, Ph.D. dari OU Physicians Child Study Center seperti dikutip metrofamilymagazine.com, para orang tua harus terlebih dulu bertanya pada diri sendiri tentang alasan membelikan ponsel untuk anaknya. ”Orang tua harus benar-benar mempertimbangkan tujuan memberikan ponsel pada anaknya. Alasan itu seharusnya bukan karena setiap anak lain memilikinya. Bagi anak yang lebih muda, jika mereka menghabiskan sebagian waktunya dengan salah satu orang tua dan sebagian waktu lagi dengan orang tua lainnya, dan mereka perlu berkomunikasi, memiliki ponsel memang masuk akal.” Selain itu, jika orang tua harus mengantar-jemput anak mereka yang duduk di sekolah dasar setiap harinya, mereka juga mungkin memerlukan ponsel untuk berkomunikasi. Akan tetapi, imbuh Gurwitch, meminjamkan ponsel milik ibu atau ayahnya mungkin cukup untuk tujuan itu.

2. Tanggung jawab Semakin bertambah usia anak, alasan untuk membelikannya ponsel semakin bertambah. Terutama seiring dengan bertambahnya rasa tanggung jawab mereka. Gutwitch menuturkan, orang tua harus mempertimbangkan apakah anak cukup bertanggung jawab untuk memiliki ponsel sendiri. Jika Anda memberikan ponsel kepada anak yang lebih muda, risiko ponsel tersebut hilang atau rusak umumnya lebih tinggi dibandingkan memberikan ponsel padanya ketika usianya sudah lebih dewasa. Sebelum membelikan anak ponsel, orang tua harus mendiskusikan sejumlah aturan dan tanggung jawab yang menyertainya kepada anak. Misalnya, berapa frekuensi menelepon atau mengirimkan SMS yang diperbolehkan. Dengan demikian, Anda bisa membatasi biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli pulsa atau membayar tagihan. 3. Mengawasi Gurwitch menuturkan, orang tua harus memperingatkan anaknya bahwa mereka akan mengawasi penggunaan ponselnya. Orang tua disarankan memeriksa tagihan ponsel, pesan teks, dan jejak penggunaan internet anak untuk memastikan mereka tidak terkontaminasi pesan-pesan yang tidak pantas untuk anak seusianya.

sumber:

http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2010/06/30/3451/7/Kapan-Anak-Membutuhkan-Ponsel

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2010 in Parenting

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: