RSS

Studi: Antibiotik Tidak Efektif Atasi Sinus

15 Feb

Jakarta, Selama ini banyak dokter yang meresepkan antibiotik untuk
mengatasi infeksi sinusitis. Tapi studi baru menunjukkan antibiotik
tidak membantu melawan infeksi umum dari sinusitis.

Obat-obatan antibiotik ini telah dipakai berlebihan sehingga menimbulkan
kekhawatiran dari para ahli, terutama untuk infeksi sinus. Hal ini
karena dokter tidak bisa mengatakan penyakit ini disebabkan oleh bakteri
atau virus, sehingga penggunaan antibiotik menjadi tidak ada artinya.

Penelitian baru yang dipublikasikan dalam Journal of the American
Medical Association menemukan antibiotik tidak meringankan gejala pasien
sinusitis atau membuatnya bisa kembali bekerja lebih cepat.

“Tidak banyak yang bisa diperoleh dari antibiotik,” ujar Dr Jane Garbutt
yang memimpin studi dari Washington University School of Medicine di St.
Louis, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/2/2012).

Dr Garbutt menuturkan daripada memberikan semua antibiotik, temuan ini
menyarankan dokter untuk menunggu terlebih dahulu pemberian
antibiotiknya dan melakukan sesuatu yang disebut dengan ‘menunggu
waspada’ yaitu dokter diminta menunggu sambil mengawasi pasien.

Orang dengan sinusitis atau disebut sinus akut biasanya mengalami gejala
seperti flu yang parah dan dalam jangka waktu lama seperti pilek, nyeri
di sekitar mata, hidung atau dahi.

“Kondisi ini yang menjadi alasan umum dokter memberikan antibiotik pada
orang dewasa, karena sulit bagi dokter untuk tidak memberikan antibiotik
karena pasien sangat menderita dan kita tidak punya yang lain untuk
diberikan,” ujar Dr Garbutt.

Tapi sayangnya belum jelas diketahui apakah obat ini benar-benar
bekerja, bahkan ada studi yang menemukan manfaat dari pasien yang
diberikan obat plasebo bisa sembuh dengan sendirinya.

“Hanya kurang dari 2 persen infeksi sinus disebabkan oleh bakteri,
kebanyakan akibat virus dan sebagian besar tidak memerlukan antibiotik,”
ujar Dr Anthony Chow, pakar penyakit menular dari University of British
Columbia di Vancouver, Kanada.

Dalam guideline Infectious Diseases Society mengembangkan pedoman untuk
membantu melihat infeksi mana yang disebabkan oleh bakteri. Pedoman ini
merekomendasikan merawat pasien jika gejala yang muncul sudah lebih dari
10 hari dan terus memburuk, mengalami demam tinggi dan gejala lain,
membaik tapi kemudian memburuk lagi.

Sumber: detikHealth

http://us.health.detik.com/read/2012/02/15/123151/1842974/763/studi-antibiotik-tidak-efektif-atasi-sinus?l1101755

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 15, 2012 in kesehatan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: