RSS

Studi: Kurang Tidur Memicu Risiko Stroke

12 Jun

Pemenuhan jam tidur menjadi hal yang patut mendapatkan perhatian sekarang ini. Di saat semakin sempitnya waktu, yang lebih banyak Anda habiskan untuk bekerja. Sebuah penelitian terbaru mengatakan, terutama mereka yang berusia paruh baya dengan jam tidur tidak teratur atau kurang, secara signifikan meningkatkan risiko stroke. Penelitian ini diberitakan melalui Health Day News, hari ini.

Sebanyak empat kali lipat peningkatan stroke justru terlihat pada mereka yang memiliki berat badan normal, dan jarang sekali mengalami gangguan tidur. Hanya saja, waktu tidur mereka kurang dari enam jam setiap harinya. Sedangkan pada mereka yang tergolong obesitas, justru menempati posisi ke dua terhadap resiko ini, seperti dilansir ivillage.com. “Tidur sangat penting,” demikian dikatakan Megan Ruiter, pemimpin penelitian di University of Alabama dan Birmingham’s School of Medicine.

Terbukti kurang tidur juga meningkatkan gangguan ketidak normalan pada sistem tubuh. Seperti peradangan dan juga meningkatkan tekanan darah dan pelepasan hormon yang menyebabkan stress yang lebih besar. Ini yang memicu terjadinya stroke.

Hasil penelitian ini dijadwalkan akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies di Boston. Pada penelitian yang dilakukan selama tiga tahun ini, Ruiter bersama tim-nya mengumpulkan data dari 5.600 responden. Mereka tidak menemukan hubungan antara obesitas dan stroke, justru sebaliknya, stroke menjadi lebih mengancam orang-orang dengan berat tubuh normal yang mengalami kurang tidur. Dr. Michael Frankel, direktur neurologi pembuluh darah di Emory University dan juga direktur di Stroke Marcus & Neuroscience Center di Grady Hospital, Atlanta, berkomentar bahwa “Meskipun sulit untuk menentukan mengapa hal ini mungkin terjadi, seseorang dapat berspekulasi tentang kemungkinan mekanisme terkait terhadap perubahan tingkat kortisol. Yakni hormon stress yang sangat mungkin meningkat saat seseorang tidak memiliki waktu tidur yang benar”.

Peningkatan kadar hormon ini memicu disfungsi sel yang melindungi pembuluh darah, sehingga stroke lebih mudah menghampiri, jelasnya. Ini mengapa orang-orang tanpa gangguan vascular seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes juga memungkinkan terkena stroke. “Bagi kita yang bekerja hingga larut, mungkin perlu mempertimbangkan temuan baru ini, dan menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang lebih sehat untuk mengurangi resiko terkena stroke,” ujar Frankel. Rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah, makan rendah kalori, diet seimbang, olahraga, berhenti merokok, dan tidur teratur, adalah saran dari Frankel untuk menjaga kesehatan pembuluh darah. Pakar lain, Dr Keith Siller, direktur medis dari NYU Comprehensive Stroke Care Center di New York City, menyepakati bahwa tidur merupakan faktor penting untuk kesehatan. “Saya melihat ini sebagai pesan umum bahwa tidur yang cukup juga merupakan bagian dari hidup sehat,” katanya. Bagaimana dengan waktu tidur Anda, apakah sudah cukup?

sumber : http://kosmo.vivanews.com/news/read/323992-studi–kurang-tidur-memicu-resiko-stroke

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 12, 2012 in article, kesehatan

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: